Rabu, 16 Januari 2013

Makalah Tentang Intervensi Cahaya Dan Difraksi Cahaya



BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Gelombang elektromagnetik memiliki sifat :

  1. Pemantulan (refleksi)
  2. Pembiasan (refraksi)
  3. Pelenturan (difraksi)
  4. Berpadu / dijumlahkan (interferensi)
  5. Diuraikan (disperse)
  6. Diserap (polarisasi)

Yang kesemuanya mempunyai karakteristik dan fungsi masing-masing dalam penerapannya. Di dalam makalah ini akan dijelaskan 3 hal, yakni interferensi, difraksi, dan polarisasi serta contoh soal yang berkaitan

B. Rumusan Masalah

    1. Apa saja contoh interferensi difraksi dan polarisasi ?
    2. LCD pada layar komputer mempunyai proses interferensi, difraksi dan polarisasi dengan menggunakan molekul / Kristal apa ?
    3. Tulislah indeks bias utarena Kristal bias ganda ?


  
BAB II

PEMBASAN



A.    Pengertian Interverensi  Cahaya



Interferensi gelombang cahaya mula-mula diperlihatkan oleh Thomas Young dalam tahun 1801. Dalam percobaannya Young menjelaskan bahwa difraksi merupakan gejala penyebaran arah yang dialami oleh seberkas gelombang cahaya ketika melalui suatu celah sempit dibandingkan dengan ukuran panjang gelombangnya. Jika pada difraksi tersebut berkas gelombangnya melewati dua celah sempit maka ketika dua gelombang atau lebih tersebut bertemu atau berpadu dalam ruang maka medan-medan tersebut akan saling menambahkan dengan mengikuti prinsip superposisi.

Dengan menggunakan sumber gelombang yang sama (sumber cahayanya sama) dan dengan panjang gelombangnya diketahui juga, maka dapat ditentukan jarak yang sangat pendek serta sifat medium optiknya akan mudah teramati.

Pemantulan dan pengendalian semua variabel proses seperti daya, temperatur, dan tekanan merupakan kebutuhan mutlak dalam bidang industri. Instrumentasi merupakan alat yang dapat digunakan untuk memantau dan mengendalikan variabel proses tersebut. Dari hasil pemantulan maka dapat diketahui apakah sistem berjalan sesuai dengan yang dikehendaki atau tidak. Bila terjadi penyimpangan, maka diperlukan tindakan kontrol sehingga proses dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Salah satu peralatan instrumentasi yang banyak digunakan adalah Interferometer. Interferometer merupakan perangkat ukur yang memanfaatkan gejala interferensi. Interferensi adalah suatu kejadian dimana dua gelombang atau lebih berjalan melalui bagian yang sama dari suatu ruangan pada waktu yang bersamaan. Hal ini mengakibatkan terjadinya superposisi dari gelombang gelombang tersebut sehingga menghasilkan pola intensits baru.

Dengan ditemukannya sinar laser yang mempunyai sifat koheren, maka Interferometer dapat menjadi perangkat yang sangat berguna dalam industri. Interferometer dapat digunakan untuk mengukur getaran permukaan, simpangan, kecepatan partikel, temperatur dan sebagainya. Pengukuran berlangsung tanpa kontak mekanik sehingga tidak membebani obyek yang diukur. Disamping itu kepekaannya sangat tinggi: simpangan dengan orde kurang dari panjang gelombang cahaya dapat dideteksi dengan mudah.

Suatu perpaduan dari dua buah gelombang yang datang bersamaan di suatu tempat yang mempunyai 2 syarat yang harus dipenuhi :

  1. Kedua sumber cahaya harus koheren = memiliki beda fase yang selalu tetap, karena harus memiliki frekuensi yang sama dan boleh nol tetapi tidak harus nol
  2. Kedua gelombang cahaya memiliki amplitude yang hampir sama jika tidak interferensi yang dihasilkan kurang kontras

Untuk menghasilkan sumber cahaya yang koheren, dilakukan berbagai percobaan.  Di antaranya Thomas yang menggunakan dua buah celah sempit. Sebagai sumber cahaya yang baru.

Contoh    :       Interferensi adalah pelangi yang terlihat dalam gelembung sabun, kilauan warna dari bulu burung, bila pada air yang tenang kemudian kita memasukkan jari kita maka akan terbentuk muka gelombang berupa lingkaran-lingkaran dengan tempat gangguan sebagai pusatnya

Gejala yang ditimbulkannya :

  1. Garis Terang (interferensi maksimum / konstruktif)

Interfrensi maksimum menghasilkan garis terang pada layar. Pola ini terjadi jika selisih lintasan sumber (∆S) sama dengan nol atau kelipatan genap dari setengah panjang gelombang

  1. Garis gelap (interferensi minimum / destruktif)

Interferensi minimum, menghasilkan garis gelap pola layar. Pola ini terjadi jika selisih lintasan sumber (∆S) sama dengan kelipatan ganjil dari setengah panjang gelombang

  • Jarak antara garis terang dan garis gelap yang berdekatan, kita misalkan ∆Y

Contoh :      -         Jarak terang pusat ke garis gelap ke 1

  • Jarak terang 1 ke garis gelap 2

Maka berlaku         :

  • Jarak antara dua garis terang dan dua garis gelap yang berdekatan kita misalkan ∆X

Contoh :      -         Jarak antara terang 1 dengan terang 2

  • Jarak antara gelap 1 dengan gelap 2

Maka berlaku         :

Catatan :

d     : jarak antar dua celah

p      : jarak pola tentang / gelap ke terang pusat

ℓ      : jarak celah ke layar

λ      : panjang gelombang  cahaya yang digunakan

n      : Bilangan orde (n = 0, 1, 2, 3, …)

n      : o (untuk terang pusat)

Q     : Sudut interfrensi

Contoh Soal :

Pada percobaan yang digunakan dua celah sempit yang berjarak 0,3 mm satu dengan yang lain jika jarak layar dengan celah 1 cm dan jarak garis terang pertama  dari terang pusat 1,5 mm, maka panjang gelombang cahaya?

D1   :   d  = 0,3 mm = 3.10-4 m

p  = 1,5 mm = 1,5.10-3 m

ℓ  = 1 m

n  = 1 (Garis terang pertama)

D2   :   λ …?

D3   :

A.    Sistem Interferometer

Peralatan Interferometer terdiri atas empat bagian pokok yaitu sinar laser, detektor, sistem akuisisi data dan komputer. Dalam Interferometer, sumber cahaya yang digunakan adalah sinar laser. Sinar laser (Light Amplification By Stimulated Emission Of Radiation) merupakan cahaya yang intensitasnya digandakan dan difokuskan pada arah tertentu.

Sinar laser bersifat koheren dan mempunyai intensitas yang sangat tinggi Tahun 1960 untuk pertama kalinya sinar laser He-Ne di demontrasikan oleh Javan, Bennet dan Heriot. Setelah itu berkembang sinar laser jenis gas seperti kripton dan sinar laser jenis zat cair seperti laser dyne.

Supaya dapat mengadakan interferensi, maka sinar laser tersebut dipisahkan oleh pemisah berkas menjadi dua bagian yaitu berkas uji dan berkas referensi. Berkas uji adalah berkas cahaya yang dikenakan atau dipantulkan dengan obyek yang akan diukur. Berkas referensi adalah berkas cahaya yang pola fasanya dipertahankan tetap. Setelah dilakukan pengujian, maka berkas uji dan berkas referensi dipertemukan. Interferensi antara keduanya memberikan informasi mengenai obyek yang memantulkan berkas uji tersebut.

Pola interferensi ini diterima oleh detektor yang dilengkapi dengan sistem akuisisi data. Sistem akuisisi data terdiri dari dua bagian yaitu sistem pengkondisi sinyal dan interface. Detektor adalah alat untuk mengubah besaran fisik dalam hal ini fluks intensitas cahaya menjadi besaran listrik. Pemilihan detektor didasarkan pada akurasi, presisi, linieritas dan kestabilan temperatur. Detektor yang sering digunakan dalam interferometer adalah foto detektor. Jika detektor ini ditembus oleh sinar laser maka akan terjadi ionisasi.

Hal ini menyebabkan timbulnya arus listrik. Karena arus listrik yang ditimbulkan oleh detektor sangat kecil, maka perlu diperkuat dan diubah menjadi tegangan oleh sistem pengkondisi sinyal. Selain memperkuat, sistem pengkondisi sinyal juga melakukan filtering yaitu mereduksi noise dan sinyalsinyal yang tidak dikehendaki. Sinyal tersebut lalu diubah menjadi sinyal digital oleh ADC dan dimasukkan ke komputer melalui interface input.



a)      Syarat Interferensi Maksimum (Konstruktif)

Seperti yang telah kita ketahui dari pembahasan gelombang sebelumnya, interferensi maksimum terjadi jika kedua gelombang memiliki fase yang sama (sefase). Dua gelombang memiliki fase yang sama apabila selisih lintasannya sama dengan nol atau bilangan bulat kali panjang gelombang ( ).

Secara matematik dapat dituliskan persamaan:



               d sin  = m. ;                      m = 0, 1, 2, 3.......



Bilangan m disebut orde atau nomor terang. Untuk m = 0 disebut maksimum orde ke nol (terang pusat), untuk m = 1 disebut terang ke-1, dan seterusnya. Karena 1>d, maka sudut  sangat kecil. Jadi, dapat digunakan pendekatan sin  sehingga persamaan tersebut menjadi:



P d = m

Dengan p adalah jarak terang ke-n dari terang pusat.



b)      Syarat Interferensi Minimum (Destruktif)

Interferensi minimum terjadi jika beda fase kedua gelombang 1800 atau  rad. Ini berarti beda lintasan kedua gelombang sama dengan bilangan ganjil kali setengah . Secara sistematik juga dapat ditulis:



d sin  = (m-½) ;                   m = 1, 2, 3.......



Bilangan m disebut orde atau nomor gelap. Tidak ada gelap ke nol. Untuk m = 1 disebut minimum orde ke-1 atau gelap ke-1, dan seterusnya. Mengingat sin  maka persamaan menjadi:



P d = (m-½)



Dengan p adalah jarak gelap ke-m dari terang pusat.

a)      Interferensi Cahaya pada Celah Ganda 

Percobaan yang dilakukan oleh Thomas Young dan Fresnel pada dasarnya adalah sama, yang membedakan adalah dalam hal mendapatkan dua gelombang cahaya yang koheren. Thomas Young mendapatkan dua gelombang cahaya yang koheren dengan menjatuhkan cahaya dari sumber cahaya pada dua buah celah sempit yang saling berdekatan, sehingga sinar cahaya yang keluar dari celah tersebut merupakan cahaya yang koheren.  



Sebaliknya Fresnel mendapatkan dua gelombang cahaya yang koheren dengan memantulkan cahaya dari suatu sumber ke arah dua buah cermin datar yang disusun hampir membentuk sudut 180o, sehingga akan diperoleh dua bayangan sumber cahaya. 



Sinar yang dipantulkan oleh cermin I dan II dapat dianggap sebagai dua gelombang cahaya yang koheren.  Untuk menunjukkan hasil interferensi cahaya, di depan celah tersebut diletakkan layar pada jarak L maka akan terlihat pada layar berupa garis gelap dan terang. 



Garis terang merupakan hasil interferensi yang saling memperkuat dan garis gelap adalah hasil interferensi yang saling memperlemah. Hasil interferensi bergantung pada selisih jarak tempuh/ lintasan cahaya dari celah ke layar.  



2. Interferensi pada Selaput Tipis 

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita melihat adanya warna-warna pelangi yang terjadi pada gelembung air sabun atau adanya lapisan minyak di permukaan air jika terkena cahaya matahari. Hal ini menunjukkan adanya interferensi cahaya matahari pada selaput tipis air sabun atau selaput tipis minyak di atas permukaan air.
Interferensi cahaya terjadi dari cahaya yang dipantulkan oleh lapisan permukaan atas dan bawah dari selaput tipis tersebut.  Gambar tersebut melukiskan seberkas sinar monokromatik jatuh pada selaput tipis setebal d, pada lapisan atas selaput cahaya dipantulkan (menempuh lintasan AE) dan sebagian dibiaskan yang kemudian dipantulkan lagi oleh lapisan bawah menempuh lintasan ABC. 

Antara sinar yang menempuh lintasan AE dan ABC akan saling berinterferensi di titik P tergantung pada selisih jarak lintasan optik.  



3. Cincin Newton 

Cincin Newton merupakan pola interferensi pada selaput tipis udara yang berupa lingkaran-lingkaran garis gelap dan terang yang sepusat. Cincin Newton terletak antara permukaan optik. Cincin Newton dapat terjadi pada selaput tipis udara antara kaca planparalel dan lensa plan-konveks yang disinari cahaya sejajar monokromatik secara tegak lurus dari atas kaca plan-paralel. 



Cincin Newton ini terjadi karena interferensi cahaya yang dipantulkan oleh permukaan cembung lensa dengan sinar yang telah menembus lapisan udara, yang kemudian dipantulkan oleh permukaan bagian atas kaca plan-paral
BAB III

DIFRAKSI

A.    PENGERTIAN DIFRAKSI

Dalam fisika, difraksi adalah fenomena gelombang, difraksi didasarkan pada penyebaran gelombang ketika menghadapi kendala atau melalui sedikit kendala. Difraksi terjadi pada semua jenis gelombang, dari gelombang suara, gelombang pada permukaan cairan dan gelombang elektromagnetik seperti cahaya dan gelombang radio. Hal ini juga terjadi ketika sekelompok gelombang merambat dalam ukuran terbatas, misalnya karena difraksi, sinar sempit dari gelombang cahaya dari laser akhirnya menyimpang dalam balok yang lebih luas pada jarak dari emitor.
Perbandingan antara difraksi dan pola interferensi yang dihasilkan oleh celah ganda (atas) dan lima celah (bawah).

Interferensi terjadi ketika panjang gelombang lebih besar dari dimensi obyek, karena itu, efek difraksi menjadi penurunan terdeteksi sebagai ukuran objek kenaikan dibandingkan dengan panjang gelombang.

Dalam spektrum elektromagnetik sinar-X memiliki panjang gelombang sama dengan jarak interatomik dalam bidang ini. Hal ini dimungkinkan oleh karena itu untuk menggunakan difraksi sinar-X sebagai metode untuk menjelajahi sifat dari struktur kristal. Difraksi oleh struktur kristal memverifikasi hukum Bragg.

Karena dualitas gelombang-partikel karakteristik mekanika kuantum adalah mungkin untuk mengamati difraksi partikel seperti neutron dan elektron. Pada saat-saat awal mekanika kuantum ini adalah salah satu argumen paling jelas untuk deskripsi gelombang yang membuat mekanika kuantum dari partikel subatom.

Anehnya, teknik ini digunakan untuk mencoba untuk menemukan struktur DNA, dan merupakan salah satu bukti eksperimental struktur heliks ganda diusulkan oleh James Watson dan Francis Crick pada tahun 1953.

Macam macam difraksi antara lain:

1. Difraksi celah tunggal

Setiap titik pada celah tunggal dapat dianggap sebagai sumber gelombang sekunder. Selisih antara kedua berkas yang terpisah sejauh d adalah d sin θ.

 


Gambar 6. Pola difraksi celah tunggal.

Analogi dengan pola interferensi celah ganda Young, pola terang difraksi celah tunggal diperoleh jika:

d sin θ = n λ, dengan n = 0, 1, 2, 3, …

dengan d adalah lebar celah.

Interferensi minimum (garis gelap) terjadi jika

d sin θ = (n – ½ )λ, dengan n = 1, 2, 3, …

 2. Difraksi pada kisi

Kisi difraksi terdiri atas banyak celah dengan lebar yang sama. Lebar tiap celah pada kisi difraksi disebut konstanta kisi dan dilambangkan dengan d. Jika dalam sebuah kisi sepanjang 1 cm terdapat N celah konstanta kisinya adalah:


Pola terang oleh kisi difraksi diperoleh jika:

d sin θ = n λ, dengan n =0, 1, 2, 3, …

dengan d adalah konstanta kisi dan θ adalah sudut difraksi.

Interferensi minimum (garis gelap) terjadi jika

d sin θ = (n – ½ )λ, dengan n =1, 2, 3, …


Gambar 7. Skema difraksi oleh kisi.

Dalam optika dikenal difraksi Fresnel dan difraksi Fraunhofer. Difraksi Fresnel terjadi jika gelombang cahaya melalui celah dan terdifraksi pada daerah yang relatif dekat, menyebabkan setiap pola difraksi yang teramati berbeda-beda bentuk dan ukurannnya, relatif terhadap jarak. Difraksi Fresnel juga disebut difraksi medan dekat.

Difraksi Fraunhofer terjadi jika gelombang medan melalui celah atau kisi, menyebabkan perubahan hanya pada ukuran pola yang teramati pada daerah yang jauh. Gelombang-gelombang cahaya yang keluar dari celah atau kisi pada difraksi Fraunhofer hampir sejajar. Difraksi fraunhofer juga disebut difraksi medan jauh.

Daya Urai Optik

Jika kita memiliki dua benda titik yang terpisah pada jarak tertentu, bayangan kedua benda bukanlah dua titik tetapi dua pola difraksi.  Jika jarak pisah kedua benda titik terlalu dekat maka pola difraksi kedua benda saling menindih.

Kriteria Rayleigh yang ditemukan Lord Rayleigh menyatakan bahwa dua benda titik yang dapat dibedakan oleh alat optik, jika pusat pola difraksi benda titik pertama berimpit dengan pita gelap  (minimum) ke satu pola difraksi benda kedua.

Ukuran sudut pemisah agar dua benda titik masih dapat dipisahkan secara tepat berdasarkan Kriteria Rayleigh disebut sudut resolusi minimum (θm)




D=diameter bukaan alat optik

=jarak celah ke layar

dm=jari-jari lingkaran terang

θ = sudut resolusi

Pola difraksi dapat diperoleh dengan menggunakan sudut θ yang menunjukkan ukuran sudut dari setiap cincin yang dihasilkan dengan persamaan:



dengan λ merupakan panjang gelombang cahaya yang digunakan.

Untuk sudut-sudut kecil, maka diperoleh θ≈sinθ  tan θ = dm/l dan sama dengan sudutnya θ  sehingga dapat ditulis:







Dalam fisika klasik, fenomena difraksi digambarkan sebagai lentur jelas gelombang dan sekitarnya mengalami hambatan kecil dan penyebaran dari gelombang melewati lubang kecil. Efek yang sama terjadi ketika gelombang cahaya perjalanan melalui medium dengan indeks bias bervariasi atau gelombang suara melalui satu dengan berbagai impedansi akustik. Difraksi terjadi pada semua gelombang, termasuk gelombang suara, gelombang air, dan gelombang elektromagnetik seperti cahaya tampak, sinar-X dan gelombang radio. Sebagai objek fisik memiliki sifat seperti gelombang (pada tingkat atom), difraksi juga terjadi dengan materi dan dapat dipelajari sesuai dengan prinsip-prinsip mekanika kuantum.


Efek dari difraksi sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Contoh yang paling mencolok adalah mereka yang melibatkan difraksi cahaya, misalnya, trek berjarak dekat pada penggunaan CD atau DVD sebagai kisi difraksi untuk membentuk pola pelangi terlihat ketika melihat disk. hologram pada kartu kredit adalah sebuah contoh lainnya. Difraksi di atmosfer oleh partikel kecil dapat menyebabkan cincin terang akan terlihat di sekitar sumber cahaya terang seperti matahari atau bulan. Sebuah bayangan benda padat, menggunakan cahaya dari sumber yang kompak, menunjukkan pinggiran kecil di dekat ujungnya. Spekel pola yang teramati ketika laser cahaya jatuh pada permukaan yang kasar optik juga merupakan fenomena difraksi. Semua efek ini adalah konsekuensi dari kenyataan bahwa menyebarkan cahaya sebagai gelombang.

Difraksi dapat terjadi dengan jenis gelombang laut. Gelombang laut lentur sekitar dermaga dan kendala lainnya. Gelombang suara dapat lentur sekitar benda, itulah sebabnya mengapa kita masih dapat mendengar seseorang memanggil bahkan ketika bersembunyi di balik pohon. Difraksi juga dapat menjadi perhatian dalam beberapa aplikasi teknis; difraksi juga digunakan untuk menetapkan batas mendasar untuk resolusi kamera, teleskop , atau mikroskop.




Merupakan peristiwa pembelokan energi yang dibawa oleh suatu gelombang

Contoh pada gelombang air pada permukaan air yang datang pada suatu celah

Gelombang menyebar ke segala arah

  • Jika celah sempit maka pembelokan akan semakin besar
  • Jika celah lebar maka gelombang  semakin mirip dengan garis lurus gelombang

Sehingga akan tegak lurus (mirip dengan garis lurus)

  • Macam-macam difraksi

  1. Difraksi Fresnal dan Difraksi Fraunhoter

  • Difraksi medan dekat / difraksi fresnal (Augustin Jean Fresnal, 1788 – 1827)

“Sumber titik dan layar relatif dekat ke rintangan yang membentuk pola difraksi”

  • Difraksi medan jauh / difraksi Frounhoter (Joseph Von Fraunhoter, 1787 – 1826)

“Sumber titik, rintangan dan layar cukup jauh, sehingga sinar-sinar dari sumber kerintangan dapat dianggap sejajar”

  1. Difraksi Celah Tunggal

Sinar yang ditransmisikan seharusnya mempunyai penampang yang sama tapi ternyata setelah melewati celah sinar itu menyebar keluar secara vertikal

  1. Kisi Difraksi

Susunan yang terdiri dari sejumlah banyak celah sejajar dengan jarak

  • Syaraf interferensi maksimum (garis terang)








Celah tunggal




  • Syaraf Interferensi minimum (garis gelap)

  • Syaraf interferensi maksimum








Celah banyak (kisi)




  • Syarat interfernsi minimum

Catatan :

Q     =

Q     = lebar celah (m)

θ      = sudut difraksi

n      = bilangan orde (n = 0, 1, 2, 3, …)

λ      = panjang gelombang cahaya yang digunkan

Contoh Soal :

Seberkas sinar monokhromatik dengan panjang gelombang 5 x 10-7 m datang tegak lurus pada kisi, jika spectrum orde kedua membuat sudut 300 dengan garis normal pada kisi. Tentukan jumlah garis per cm kisi tersebut?

Jawaban :

Panjang gelombang , λ = 5 x 10-7 m

Sudut bias orde          ke 2 θ2 = 300

Sin  θ2 = Sin 300 = ½

Untuk menentukan jumlah garis per cm kisi, kita hitung dahulu lebar 1 harus Q, dengan persamaan :

Jumlah garis per cm N adalah kebalikan dari Q

Q       =

Difraksi Fraunhofer

Difraksi Fraunhofer merupakan jenis difraksi dimana sumber, kisi, dan layar jauh jaraknya, sehingga semua garis dari sumber ke kisi dapat dianggap sejajar. Berikut adalah suatu eksperimen  untuk memperoleh pola difraksi fraunhofer dari suatu celah tunggal ;



(Sumber : My Blog Green, 2010)





Pada Difraksi Fraunhofer digunakan lensa cembung yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya yang datang dari sumber yang jaraknya sangat jauh. Berkas cahaya tersebut terlebih dahulu difokuskan dengan menggunakan sebuah lensa cembung yang telah diatur agar focus lensa tepat berada pada celah pertama. Dengan demikian, berkas cahaya yan terfokus ini dapat menjadi sumber cahaya baru yang akan didifraksikan.

Sebelum melewati celah difraksi, berkas cahaya terlebih dahulu melewati lensa cembung agar cahaya yang tadinya telah terfokus pada titik fukus lensa pertama dapat sejajar kembali dan kemudian berkas sejajar inilah yang akan mengalami difraksi.

Perlu diperhatikan bahwa jarak antara lensa cembung kedua dan kisi difraksi haruslah sangat kecil agar berkas cahaya tidak sempat difokuskan oleh lensa cembung kedua pada titik fokusnya.



BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

1.  Difraksi cahaya atau lenturan cahaya dapat terjadi karena pembelokkan arah rambat cahaya oleh suatu penghalang. Penghalang yang dipergunakan biasanya berupa kisi, yaitu celah sempit. Ada 2 macam difraksi, yaitu difraksi pada celah tunggal dan difraksi pada celah ganda.

a.   Persamaan interferensi minimum tersebut, diperoleh persamaan sebagai berikut :

;   m = 1, 2, 3, . . .

b.   Interferensi konstruktif  pada celah ganda terjadi saat:

;   m = 0, 1, 2, 3, . . .

            Untuk sudut yang sangat kecil, maka nilai , sehingga :


2.  Kisi difraksi terdiri atas sejumlah besar garis atau celah yang berjarak sama pada permukaan datar yang berfunsi sebagai alat yang bermanfaat untuk mengukur panjang gelombang cahaya.

a. Kondisi interferensi konstruksi kisi berupa persamaan :

  ; m = 0, 1, 2, 3, …

b. Bentuk persamaannya sama dengan pola interferensi minimum kisi difraksi yaitu:

  ; m = 0, 1, 2, 3, …



3. Difraksi cahaya terdiri atas dua jenis yaitu :

a.  Difraksi Fresnel

Difraksi Fresnel merupakan jenis difraksi dimana sumber cahaya atau layar terletak pada jarak tertentu (dekat) dari celah difraksi.

b.  Difraksi Fraunhofer

Difraksi Fraunhofer merupakan jenis difraksi dimana sumber, kisi, dan layar jauh jaraknya, sehingga semua garis dari sumber ke kisi dapat dianggap sejajar. Difraksi Fraunhofer umumnya menggunakan lensa cembung untuk memfokuskan berkas cahaya.

B.SARAN

Interferensi adalah suatu kejadian dimana dua gelombang atau lebih berjalan melalui bagian yang sama dari suatu ruangan pada waktu yang bersamaan. Hal ini mengakibatkan terjadinya superposisi dari gelombang gelombang tersebut sehingga menghasilkan pola intensitas baru.




DAFTAR PUSTAKA

Drs. Bambang Ruwanto, M.Si. Asas-Asas Fisika 3A. 2005. PT. Ghalid Indonesia. Bogor

Buku Penuntun Belajar Fisika. 2004. Sagulindo Kinarya. Modul Dosen